Sorry, I Have to Go! - Part 4
Lampu aula di redupkan. Hanya ada lampu sorot yang mengarah ke atas pangung, lebih tepatnya ke arah Rio yang sudah berdiri di belakang stand mic.
"Hallo semuanya!" Sapa Rio.
"Hallo!!"
"Saya dan beberapa teman lainnya mewakili kelas XII IPA1 akan memepersembahkan sebuah kisah, kisah sahabat kami, sahabat kita. Alyssa Saufika." Ucap Rio. Setelah Rio menyebutkan nama Ify, tiba-tiba dari belakang muncul layar yang menayangkan sebuah video. Dengan di iringi lagu Lyla - Detik Terakhir.
Awal video itu menayangkan foto mereka pada saat sedang MOS yang masih menggunakan baju putih biru, dan di foto itu tertulis 'Awal Kita' dan selanjutnya foto siswa-siswi kelas X IPA 1 dulu, disana terdapat foto mereka yang masih berwajah polos, ada foto Rio yang sedang berangkulan dengan Cakka, ada foto Agni, Shilla, Sivia yang sedang membaca bersama, dan masih banyak foto lainnya, dan video itu berhenti sedikit lama di foto siswa-siswi X IPA1, dan di sebelah kanan ada Ify yang sedang merangkul Agni, di foto itu bertuliskan 'Mulai berkenalan, mulai mencari karakter mereka'
Agni, Shilla, Sivia, Rio dan yang lainnya tersenyum melihat video itu. Kemudian berganti dengan foto mereka pada saat kelas XI, foto mereka pada saat study tour di Bandung. Ada Rio dan Ify yang sedang tersenyum bersama, ada juga foto Agni dan Cakka yang sedang berkelahi, dan ada juga foto Agni, Shilla, Sivia, dan Ify yang sedang saling berangkulan menggunakan baju putih abu-abu di foto itu bertuliskan 'My Best Friends'.
"Lo malaikat gue Fy." Ucap Agni pelan, yang berada di samping panggung bersama anak-anak kelas XII IPA1 lainnya.
"Sampai kapan pun, lo tetap sahabat gue." Ucap Shilla. Dan masih banyak ucapan-ucapan lainnya dari teman-teman sekelas Ify.
Foto selanjutnya, foto pada saat mereka kelas XII IPA1, awal foto yang muncul adalah foto mereka pada saat foto bersama wali kelas mereka, di foto itu bertuliskan 'XII IPA1', dan foto itu mulai berganti lagi dengan foto Cakka, Rio, Gabriel, Sion, Dayat dan anak laki-laki lainnya yang sedang bermain basket, di foto itu bertuliskan 'The Boys :)' , ada juga foto anak-anak kelas XII IPA1 lainnya. Setelah itu ada video pada saat Alvin yang sedang di kerjai oleh teman temannya di kelas pada saat dia ulang tahun. Sebelum video itu, tertulis 'Cool Boy and Frog' .
"Woi tumben sepi amat nih kelas!" Ucap Alvin yang baru datang dengan tengilnya, tanpa sepengetahuan Alvin, Ify merekam menggunakan kameranya secara diam-diam dengan sedekali memutar kameranya ke arah wajahnya.
Alvin yang duduk di salah satu kursi penonton merasa sepertinya mengenali video itu. Pada saat video itu berlanjut Alvin melebarkan matanya.
"Enggak biasa aja kok." Jawab Sion yang sedang membaca buku, lebih tepatnya berpura-pura membaca buku.
"Iya, perasaan lo doang kali." Tambah Cakka, teman sebangkunya.
"Perasaan gimana, jelas-jelas tumben banget gitu pada duduk rapih tanpa suara." Ujar Alvin lagi dengan dramatis sambil menunjuk teman-temannya yang duduk rapih.
"Jadi lo mau nya rame?" Tanya Cakka dengan senyum evil nya. Namun Alvin tak menyadarinya karna ia fokus pada teman-temannya yang tiba-tiba menjadi 'pendiam' secara bersamaan.
"Gini aja, kan sekarang lo ulang tahun, nah kita rayain aja di kelas biar rame!" Ucap Cakka sambil memberi kode kepada teman-temannya. Seketika pintu kelas di tutup, semua jendela di jaga, dan Alvin pun di kepung oleh teman-temannya.
Cakka melihat Alvin yang tidak jauh darinya sambil menunjukkan rentetan giginya sambil membentuk jari telunjuk dan tengahnya menjadi 'V' .
"Wets pada kenapa nih?" Ucap Alvin sambil bergidik ngeri melihat teman-temannya. Ify sampai harus naik ke atas meja untuk merekam semuamya.
"Tadi kata lo maunya rame." Goda Rio.
" Anjrit Yo! Muka lo biasa aja dong!"
"Ini lagi satu! Lo ngapain di situ?" Lanjut Alvin yang melihat Ify berdiri di atas meja.
"Hai Alvin, gue lagi mau mendokumentasikan moment, yang akan gue beri judul 'Cool Boy and Frog' !" Seru Ify, yang hanya terdengar suaranya.
"Hah? Apaan sih?!"
"Maksudnya apa?"
"Udah dari pada lo bingung, mending lo buka nih!" Ujar Rio sambil memberi Alvin bingkisan yang lumayan besar.
"Wahhh...Yo, kado buat gue nih? Thanks yaa!" Ucap Alvin senang sambil menerima bingkisan itu. Rio hanya mengangguk. Sedangkan teman-teman yang lainnya terlihat menahan tawa.
"Buka dong Vin, itu dari kita sekelas nih!" Ucap Ify, yang masih merekam adegan itu.
"Iya sipp!"
Pada saat Alvin merobek bungkus kado itu, anak perempuan sudah mulai menaiki kursi dan meja. Namun Alvin tak menyadarinya, karena ia sibuk dengan kadonya. Pada saat robekan terakhir, tanpa babibu lagi, Alvin langsung membuka kotak tersebut.
"Huwaaaaaa kodokkkkkkk!!!"
Alvin melompat-lompat dengan panik. Ternyata isi kotak itu adalah kodok, hewan yang paling pria itu benci. Otomatis semua yang berada di sana tertawa terbahak-bahak. Bahkan para perempuan pun ikut tertawa, karena sudah lebih dulu mengamankan diri mereka sebelumnya.
"HAHAHA!!"
Seluruh murid, guru, dan semua tamu undangan pun juga ikut tertawa, dan ada beberapa murid yang berceloteh.
"Hahaha itu kak Alvin, gila gokil banget!"
"Luarnya doang cool wkwkwk."
"Ya ampun itu bukannya Kak Alvin yang kapten futsal itu kan??"
"Nggak nyangka Kak Alvin ckck!" Dan celoteh-celotehan lainnya. Sedangkan Alvin hanya bisa menahan malu.
"Huwaaa oma Apin takutttt!!" Teriak Alvin sambil memeluk Rio.
"Alvinnn jangan peluk-peluk gue ih!!" Gerutu Rio sembari berusaha melepaskan diri dari pelukan Alvin.
"Ihh itu Yo gila sumpah najis tralala trilili banget!" Akhirnya ia melepas pelukannya dari Rio dan menaiki meja yang dimana Ify berdiri dan masih merekam, lalu ia memeluk lengan Ify, kamera yang ada di tangan Ify diambil alih oleh Dea.
"Mama itu ada kodok, Apin takut!" Rajuk Alvin sambil bergelayut manja di lengan Ify.
"Cieee Ify sama Alvin, ahayy!" Ujar Sion.
"Njirrr manja banget lo Vin!" Ujar Shilla.
"Wooooo sipit, sipit...nyari kesempatan aja lo pit!" Ujar Rio sambil melemparkan kertas kado sisa tadi.
"Lagian lo semua tega banget sih! Mama, itu Apin di jahatin sama Iyo." Ucap Alvin yang masih bergelayut manja di lengan Ify. Ify yang sudah biasa seperti itu hanya geleng-geleng kepala.
"Ckckck kalian tega banget sih sama Alvin." Ucap Ify sambil mengelus kepala Alvin.
"Kalian kan tau Alvin takut sama kodok, kenapa kalian kerjain ckck jahat banget kalian." Ujar Ify tanpa dosanya, pasalnya jika masalah seperti ini pasti ada satu kordinator, yaitu Ify. Teman-temannya bahkan sampai ternganga mendengar perkataan Ify.
"Iya tuh Ma, Apin kan tersakiti!"
"Alvin, Alvin... btw lo tau nggak siapa yang ngerencanain ini semua?" Pancing Sion.
"Nggak! Siapa sih? Awas aja kalo ketemu!!" Ujar Alvin sambil melepaskan lengan Ify.
"Yang ngerencanain itu..." Ucapan Sion menggantung dan ia memberi kode kepada teman-temannya yang lain.
"
TUH MAMA LO TERCINTAAA!!!" Teriak mereka serempak sembari menunjuk Ify.
TUH MAMA LO TERCINTAAA!!!" Teriak mereka serempak sembari menunjuk Ify.
Ify hanya menunjukkan cengirannya dan bersiap-siap untuk kabur. Alvin memalingkan wajahnya ke arah Ify dengan tatapan membunuh.
"Ehhh Apin makin ganteng aja Pin."
"IFYYYYYYYYY!!" Teriak Alvin. Ify pun bergegas turun dari meja lalu berlari dengan Alvin yang mengejarnya.
"Waaa ampun Vin!" Ify berlari kencang mengelilingi kelas.
"Sini lo Fy!" Ujar Alvin garang.
"Hehe peace Vin!"
Video itu pun berhenti dan video itu diakhiri dengan 'Kisah putih abu-abu yang menyenangkan. Dimana kita menemukan jati diri kita. Dimana kita sudah harus berpikir dewasa. Dimana kita harus semangat mengejar cita-cita. Dimana kita akan berkumpul lagi pada saat kita semua behasil. -Alyssa Saufika ' . Layar itu pun mati.
Rio menaiki panggung kembali dengan keadaan lampu masih di redupkan. Lampu sorot tertuju pada Rio dan Dea yang duduk di depan Grand piano tepat di belakang Rio.
"Itu adalah sebuah video yang Alyssa titipkan kepada saya. Yang ia siapkan untuk hari ini. Seharusnya, dia sendiri yang menampikan video tersebut. Namun apa boleh buat, Tuhan berkehendak lain."
"Seorang Alyssa Saufika atau Ify siswi kebanggaan sekolah ini, seorang pianis di sekolah ini yang sudah menorehkan banyak prestasi. Seorang siswi yang pintar, ceria, cantik dan tidak pernah membagi kesedihannya kepada orang lain. Seorang sahabat yang baik, seseorang yang mengajarkan apa arti persahabatan, apa arti pengorbanan, apa arti kesabaran, dan apa arti ke ikhlasan. Seorang pemimpin yang bijaksana, seseorang yang kami cari, seseorang yang meninggalkan banyak kenangan, seseorang yang membuat saya, kita, mempunyai sebuah cerita tentang seorang IfyAlyssa."
"Kami semua tidak akan melupakanmu."
"Untuk kamu Alyssa Saufika. Rindukan Dirimu."
' Berjanjilah wahai sahabatku
Bila kau tinggalkan aku
tetaplah tersenyum
Meski hati sedih dan menangis
Ku ingin kau tetap tabah menghadapinya
Bila kau tinggalkan aku
tetaplah tersenyum
Meski hati sedih dan menangis
Ku ingin kau tetap tabah menghadapinya
"Catatan Harian seorang Alyssa..."
"Aku hanya seorang gadis 17 tahun, yang masih ingin menikmati masa remajaku bersama sahabat-sahabatku. Namun penyakit ini tiba-tiba datang begitu saja."
'Bila kau harus pergi meninggalkanku
Jangan lupakan aku
"Kanker otak stadium akhir menyerangku. Entah kapan. Awalnya aku berpikir
bahwa disinilah aku akan berhenti, tetapi aku teringat akan banyak orang yang harus aku bahagiakan."
'Semoga dirimu disana
Kan baik-baik saja
Untuk selamanya
"Aku mencoba bangkit, meski banyak masalah yang aku hadapi. Aku harus tetap tersenyum, karna mereka mengenal seorang IfyAlyssa yang selalu ceria.
Aku berhasil...Aku tau, aku akan pergi, mau sekuat apapun aku berharap, itu pasti akan terjadi. Tapi aku sudah siap untuk itu."
'Disini aku kan selalu rindukan dirimu
Wahai sahabatku
"Setidaknya aku menghabiskan sisa waktu ku bersama orang-orang yang aku sayangi.
Tuhan Aku Siap!"
'Wahai Sahabatku...
Tepat setelah Rio selesai bernyanyi, Agni juga sudah selesai membaca buku yang sebenarnya ada buku harian milik Ify. Semua tamu undangan dan teman-temannya memberikan standing applause.
Cakka, Sion, Shilla, Sivia, Alvin, Gabriel maupun seluruh orang yang menyaksikan itu semua, meneteskan air mata. Mungkin mereka ikut merasakan sebuah perjuangan seorang Ify. Dea dan Agni berdiri mengapit Rio, lalu membungkukkan tubuh mereka bersamaan.
"Untuk seluruh siswa kelas XII IPA1 saya harap bisa berkumpul di kelas. Terima kasih."
Mereka bertiga pun turun dari panggung dan pergi menuju kelas mereka. Begitu pun dengan murid-murid kelas XII IPA1 lainnya. Sedangkan acara pun tetap berlanjut.
Bersambung...
Boleh banget yang mau dukung lebih, bisa klik link di bawah ini ya:
https://saweria.co/octobersstory
Berapa pun saweran kalian, sangat mendukung loh 😁 Thank u!
Komentar
Posting Komentar