Sorry, I Have to Go! - Part 3
'NIT...NIT...NIT Di ruangan bernuansa putih ini. Sunyi. Hanya sebuah isakan yang sedikit terdengar, semua fokus melantunkan do'a untuknya. "Ify sayang bangun nak." Ucap Mama Ify sambil menangis. "Ma sabar Ma." Ucap Papa Ify sambil memeluk istrinya. "Ify Pa, Ify..." "Iya Ma, Papa tau. Tapi kita harus tetap sabar, Ify pasti ikut sedih kalo Mama kayak gini." "Kak Ify bangun kak, hikss... in...ini Deva. Deva kangen hikss...sama kakak." Deva, adik Ify ini sangat menyayangi sang kakak. Bagaimana bisa, kakaknya yang bawel ini bisa menjadi diam seperti ini. Bahkan membuka matanya saja tidak. "Deva kamu yang sabar yaa." Ucap Rio sambil merangkul Deva. "Iya kak." "Yo, Ify pasti bagunkan?" Ujar Dea yang berdiri di belakang. Air matanya sudah menggenangi pipinya sedaritadi. Rio pun menghampiri Dea. "Hanya Tuhan yang bisa nentuinnya De, kita disini cuma bisa berdoa....