Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Sorry, I Have to Go! - Part 3

'NIT...NIT...NIT          Di ruangan bernuansa putih ini. Sunyi. Hanya sebuah isakan yang sedikit terdengar, semua fokus melantunkan do'a untuknya. "Ify sayang bangun nak." Ucap Mama Ify sambil menangis. "Ma sabar Ma." Ucap Papa Ify sambil memeluk istrinya. "Ify Pa, Ify..." "Iya Ma, Papa tau. Tapi kita harus tetap sabar, Ify pasti ikut sedih kalo Mama kayak gini." "Kak Ify bangun kak, hikss... in...ini Deva. Deva kangen hikss...sama kakak." Deva, adik Ify ini sangat menyayangi sang kakak. Bagaimana bisa, kakaknya yang bawel ini bisa menjadi diam seperti ini. Bahkan membuka matanya saja tidak. "Deva kamu yang sabar yaa." Ucap Rio sambil merangkul Deva. "Iya kak." "Yo, Ify pasti bagunkan?" Ujar Dea yang berdiri di belakang. Air matanya sudah menggenangi pipinya sedaritadi. Rio pun menghampiri Dea. "Hanya Tuhan yang bisa nentuinnya De, kita disini cuma bisa berdoa....

Sorry, I Have to Go! - Part 2

Gambar
UKS "Hai De, Fy. " Sapa Rio. "Hai." Balas keduanya. "Gimana keadaan lo? " Tanya Rio. "Enakkan Yo. " "Fy lo jujur sama kita dong, sebenarnya lo kenapa? Gue yakin ada yang lo sembunyiin dari kita!" Desak Dea kepada Ify. Ify sempat terdiam lalu ia menghelas nafas. "Kanker otak setadium akhir. " Ucap Ify dengan tatapan kosong. Dea dan Rio terlihat sangat terkejut dengan pengakuan Ify. "Menurut dokter kesempatan gue sembuh cuma 20%. Dan umur gue diperkirakan udah nggak lama lagi." "Lo...lo bercanda kan Fy. Nggak mungkin Fy, nggak mungkin! " Ucap Dea tidak percaya, air matanya pun tidak terbendung lagi. "Untuk kali ini gue serius De." "Kenapa lo baru cerita ke kita sekarang Fy?" Tanya Rio. "Maaf, gue cuma nggak mau ngerepotin dan ngebebanin kalian." Jawab Ify tertunduk. "Kok lo mikirnya gitu sih Fy, kita ini sahabat lo. Nggak ada kata ngerepo...

Sorry, I Have to Go - Part 1

          Sinar pagi yang cerah, menerangi sebuah kamar di sebuah rumah mewah. Seorang gadis yang cantik namun sedikit pucat pun terbangun dari mimpi yang baginya sungguh indah, daripada harus melihat kenyataan yang menyakitkan. Gadis ini bernama Alyssa atau biasa disapa Ify, kanker otak stadium akhir. Sudah 3 bulan ia menjalani hidupnya bersama dengan penyakitnya, hidupnya hanya bergantung dengan obat-obatan. Kalau saja ia masih seperti dulu, memiliki 3 sahabatnya yang selalu ada disampingnya, mungkin setidaknya bisa meringankan bebannya. Namun, sekarang sahabat-sahabatnya itu menganggap dirinya sampah, entah karena apa. Tapi Ify menanggapinya hanya dengan senyuman. Karena ia tau hidupnya tidak akan lama lagi.           Ify terlahir di keluarga yang berada. Ify hanya tinggal bersama sang Mama. Sedangkan ayah dan adiknya menetap di kota Bandung. "Ify kamu gak sekolah?" Tanya sang mama yang sudah ada di depan pintu kamarnya. "Seko...