Sorry, I Have to Go! - Part 6
"Hai, apa kabar kalian? Gue tau, saat kalian baca surat ini, gue udah pergi jauh. Gue senang 3 tahun bisa dekat sama kalian, teman - teman gue, sahabat - sahabat gue. Keluarga kedua gue."
"Agni, Shilla, Via...maaf kalo gue belom bisa jadi sahabat yang sempurna buat kalian. Maaf membuat kalian benci sama gue. Jujur, gue sangat sedih ngeliat kalian ngejauhin gue. Gue sedih saat ada yang menggantikan posisi gue. Saat ngeliat kalian ketawa bukan karena gue lagi. Gue sedih saat gue sakit, tangan kalian nggak terulur untuk membantu gue. Seakan-akan tangan kalian, kalian genggam erat sampai tidak ingin menggenggam tangan gue. Tapi gue sadar, gue terlalu buruk untuk menjadi sahabat kalian. Maaf. Gue sangat minta maaf sama kalian. "
Shilla, Sivia dan Agni hanya bisa menutup mulut dengan kedua tangan mereka, menahan isakan yang semakin menjadi. Rasa bersalah itu kembali. Masing-masing mereka mencerca diri sendiri.
"Maafin gue Fy. Gue terlalu bodoh untuk itu. Apa tidak ada kesempatan lagi untuk gue?"
"Tuhan, kembalikan Ify. "
"Seandainya Lo kembali, gue janji akan memperbaiki semuanya Fy. Gue janji. "
"Dan buat Dea sama Rio, makasih selalu ada buat gue, saat gue butuh uluran tangan seorang sahabat. Waktu itu gue bingung, gue ingin kalian tau dengan penyakit gue, agar gue bisa ngerasain perhatian kalian, gue ingin kalian semua ada di samping gue pada saat gue harus melawan rasa sakit yang gue tutupi selama ini, tapi di sisi lain gue nggak mau kalian tau dan akhirnya pada saat kalian lagi sama gue, bukan senyuman kalian yang gue lihat."
"Tapi walaupun yang tau cuma Dea dan Rio, gue udah seneng banget. Setidaknya ada yang mewakili kalian yang berdiri di samping gue buat berjuang. Gue minta maaf sama kalian atas semua kesalahan yang pernah gue buat ke kalian. Gue cuma bisa berdo'a buat kalian, semoga kalian sukses menggapai cita-cita kalian. Di sini, di tempat tinggal baru gue, gue akan ikut merasakan kebahagiaan itu semua. Satu hal yang harus kalian tau, gue sayang banget sama kalian. Love you!"
- Alyssa Saufika
Rio melipat kembali kertas tersebut dan menggenggamnya erat. Ia mendudukkan dirinya di kursi. Rasa kehilangan itu sangat terasa. Tidak hanya untuknya, ia kembali menatap teman-temannya yang sangat sangat merasa kehilangan. Dan tiba-tiba ia teringat ucapan sekaligus pesan terakhir dari Ify.
'Yo, gue bukannya geer ya hehe. Kalo nanti pas gue pergi mereka semua nangis, tolong suruh mereka hapus air mata mereka. Air mata mereka hanya membuat gue sakit.'
Rio berdehem sebentar dan kembali berdiri.
"Ada satu pesan dari Ify. Hapus air mata kalian, karena itu membuat Ify sakit."
Mereka semua, terutama teman perempuan Ify hanya bisa menggeleng. Bagaimana bisa mereka tidak menangis? Untuk sekedar menahan isakan mereka saja, mereka harus bersusah payah.
"Andai Lo cerita Fy. Kita bisa bikin kesepakatan untuk itu." Ucap Oik.
"Kesepakatan untuk kita yang membuat Lo tersenyum." Tambah Cakka.
"Andai waktu itu Lo cerita, kita pasti ada di samping Lo Fy." Ucap Sion.
"Kita akan nemenin Lo di saat Lo merasa sakit." Sahut Alvin.
"Andai kita tau semuanya, kita akan ada di samping Lo di waktu terakhir Lo." Timpal Oliv.
Hanya kata 'Andai' yang sekarang bisa terucap. Tapi apa tidak ada waktu sedetik saja agar mereka bisa melihatnya? Sebentar saja. Setidaknya, agar ia bisa mendengar semua kalimat berandai-andai itu secara langsung. Sayang, takdir mengatakan kalau ia tidak akan kembali. Lalu mereka bisa apa? Baik. Satu hal yang harus mereka lakukan, yakni ikhlas. Membiarkan ia hidup tenang dan bahagia di tempat tinggalnya sekarang. Penyesalan hanya membuatnya rumit. Lebih baik telan rasa penyesalan itu, dan memperbaiki apa yang masih bisa di perbaiki.
-TAMAT-
Boleh banget yang mau dukung lebih, bisa klik link di bawah ini ya:
https://saweria.co/octobersstory
Berapa pun saweran kalian, sangat mendukung loh 😁 Thank u!
Makasih kak, ceritanya bagus bgt pas tadi aku gk bisa buka cerita ini aku uring uringan sendiri tau kak sampe seluruh anak anak komunitas wattpad aku tanyain gimana caranya untuk ngebuka cerita ini ehhh jdi curhat aku hehehe maaf ya kak, tpi cerita nya bagus bgt kak menginspirasi aku dan teman teman ku untuk selalu bersyukur dengan apa yg kita miliki saat ini, semangat trus ya kak bikin cerita kyk gini lgi
BalasHapusTerima kasih kembali :) Maaf ya jadi ngerepotin. Sekali lagi makasih udah mau baca cerita dan support aku.
Hapushai kak salam kenal, boleh gak cerita ini saya buat komik untuk mengisi hari-hari yang kosong?, nanti rencananya pngen aku upload ke web komik, tapi mungkin untuk cerita ada penambahan2 nya dan juga untuk nama2 karakter nya berubah
BalasHapuskalo boleh mantap laaa kak
Silahkan. Boleh untuk kakak. Asal jangan lupa kfc :)
HapusTerima kasih kak. Cerita kakak mampu membuka pikiran aku yang sempit😅. Aku jadi sadar kalo persahabatan itu bukan hanya ada saat membutuh kan tapi juga saat dibutuhkan. Cerita kakak menginspirasi aku, dan membangun semangat ku buat perjuangin persahabatanku yang hancur. Maaf ya aku jadi terlanjur curhat😅😅
BalasHapusSama-sama🤗 Syukur alhamdulillah kalo memang cerita sederhanaku ini bisa menginspirasi. Terima kasih mau menyempatkan waktu buat baca ceritaku☺
Hapus